7 Orang PPLN Malaysia Berhasil Diamankan Bareskrim Polri

Avatar
Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro saat memberikan keterangan di Gedung Bawaslu RI, Jakarta, Selasa (27/2/2024). ANTARA/Rio Feisal/aa.
banner 468x60

NALARNESIA.COM – Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) telah menetapkan tujuh anggota Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) , , sebagai tersangka dalam dugaan tindak pidana pemilu terkait penambahan jumlah pemilih.

“Ada tujuh tersangka,” kata Direktur Tipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, di Jakarta, Kamis, 29 Februari 2024.

banner 225x100

Jenderal yang memimpin operasi tersebut menjelaskan bahwa penetapan tersangka dilakukan setelah gelar perkara pada Rabu (28/2) di Ruang Rapat Subdit IV Dittipidum. Penyidikan dimulai setelah pihak berwenang menerima laporan pada 20 Februari 2024, dengan pelapor Rizky Al Farizie.

Surat perintah dari Kabareskrim tanggal 28 Februari 2024, mengarah pada penemuan dugaan tindak pidana yang melibatkan penambahan atau pengurangan daftar pemilih setelah daftar pemilih tetap ditetapkan, serta pemalsuan data dan daftar pemilih antara tanggal 21 Juni 2023 sampai saat ini.

BACA JUGA: Hadi Tjahjanto Persilahkan Semua Pihak Laporkan Kecurangan Pemilu ke Bawaslu dan MK

“Sesuai fakta-fakta yang ditemukan dalam gelar perkara, enam tersangka diduga menambah atau mengurangi daftar pemilih. Satu tersangka diduga sengaja memalsukan data dan daftar pemilih,” kata Djuhandhani.

Pelanggaran ini melanggar Pasal 545 dan/atau Pasal 544 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang dan terjadi di KBRI , . Tindak pidana yang dilakukan oleh para tersangka adalah pemalsuan data dan daftar pemilih.

“Namun PPLN telah menetapkan Daftar Pemilih untuk Pemilihan Tahun 2024 di wilayah Kuala Lumpur tidak sesuai ketentuan,” katanya.

Diketahui bahwa Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) untuk pemilih di Kuala Lumpur mencapai 493.856, sementara Coklit yang dilakukan oleh Pantarlih hanya mencakup 64.148 pemilih.***

Leave a Reply