Rumah Flat Menteng Jadi Contoh Hunian Kreatif Berbasis Koperasi

Avatar
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) ditemui usai melakukan pembahasan dengan Kementerian BUMN terkait skema KUR perumahan di Jakarta, Senin (14/7/2025). (ANTARA/Muzdaffar Fauzan)
banner 468x60

NALARNESIA.COM – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman () Maruarar Sirait atau Ara menyatakan bahwa keberadaan rumah flat di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, merupakan bentuk kreativitas dalam mencari solusi di pusat kota.

“Saya senang aja memang tidak pernah kehilangan ruang-ruang untuk kreatif,” ujar Ara di Jakarta, Senin.

banner 225x100

Ia menegaskan bahwa selama tidak melanggar peraturan, kreativitas semacam ini layak mendapat ruang untuk berkembang.

“Kalau selama tidak melanggar aturan-aturan dan prinsip, saya pikir ruang itu tetap harus diberikan, kreativitas jangan dilarang,” tambahnya.

BACA JUGA: Menteri PKP: Dana Rp130 Triliun dari Danantara Wujud Kemandirian Indonesia di Sektor Perumahan

Ara juga menyampaikan rencananya untuk meninjau langsung rumah flat yang dimaksud guna mendapatkan pemahaman yang utuh sebelum memberikan tanggapan lebih lanjut.

“Lihat dulu, saya mau lihat dulu, baru bicara,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa kementeriannya terus membuka ruang dialog dengan masyarakat guna mencari solusi penyediaan yang sesuai kebutuhan serta mendukung target pembangunan 3 juta rumah. Ia menyinggung ide memperkecil rumah subsidi sebagai salah satu aspirasi yang sempat muncul, namun kini sudah dibatalkan.

“Kita pasti akan cari solusi. Karena dasarnya tanah di kota itu mahal. Yang kedua, banyak orang, - muda terutama, yang ingin punya rumah di kota,” ujar Ara.

BACA JUGA: Bagikan Foto Kebersamaan di Medsos, Maruarar Yakin Jokowi Adil, Bisa Memanusiakan Manusia, dan Bisa Memajukan Indonesia

Sementara itu, Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono turut mendorong pengembangan perumahan berbasis koperasi, baik di desa maupun kota, sebagai langkah inovatif mempercepat pemenuhan kebutuhan rakyat.

Ferry mencontohkan rumah flat di Menteng sebagai hasil inisiatif komunitas warga berbasis koperasi. Dalam skema ini, koperasi memegang sertifikat hak guna bangunan (HGB), sementara pembiayaan dilakukan secara transparan dan kolektif oleh anggota melalui simpanan wajib.

“Ini menjadi salah satu alternatif solusi di tengah harga tanah dan hunian yang semakin tinggi,” jelasnya.

BACA JUGA: LRT Jakarta Velodrome-Manggarai Ditargetkan Beroperasi Kuartal III 2026, Progres Capai 57,75 Persen

Ia juga menyebut bahwa regulasi yang mengatur hal tersebut akan ditinjau ulang dan akan dijalankan melalui sinergi dengan .

Ferry mengajak seluruh elemen masyarakat, komunitas koperasi, dan daerah untuk memperkuat koperasi perumahan sebagai pilar utama pembangunan yang berbasis rakyat.***

Leave a Reply