Gibran Puji Jusuf Kalla sebagai Mentor, Pakar: Tanda Kedewasaan Politik

Avatar
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (tengah) memberikan bantuan kepada warga di Kota Sorong, Papua Barat Daya, Selasa (21/4/2026). (Antara)
banner 468x60

NALARNESIA.COM – Pernyataan Gibran Rakabuming Raka yang menyebut Jusuf Kalla sebagai senior, mentor, dan idola menuai apresiasi dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari pakar komunikasi politik Universitas Indonesia, Ari Junaedi.

Ari menilai sikap Gibran mencerminkan kedewasaan dalam berpolitik yang semakin matang. Di tengah situasi politik yang dinamis, Gibran dinilai mampu menjaga komunikasi tetap santun dan tidak terpancing oleh pertanyaan-pertanyaan sensitif yang berpotensi memicu polemik.

banner 225x100

Menurut Ari, respons yang disampaikan Gibran menunjukkan kemampuan mengelola sekaligus memahami momentum politik. Ia menyebut, langkah tersebut penting untuk menjaga stabilitas suasana politik nasional.

“Gibran tidak terpancing oleh pertanyaan yang berpotensi memperkeruh situasi. Ini menunjukkan ia mulai memahami pola komunikasi politik yang efektif,” ujar Ari dalam keterangannya di Jakarta.

BACA JUGA: Progres LRT Jakarta Fase 1B Tembus 91%, Kapan Beroperasi? Ini Detail Terbarunya

Lebih lanjut, Ari melihat pernyataan Gibran juga sebagai bagian dari upaya meredam meningkatnya tensi politik yang belakangan terasa di tengah masyarakat. Ia mengaitkan kondisi tersebut dengan berbagai isu ekonomi, seperti kenaikan harga nonsubsidi, elpiji, hingga bahan baku plastik akibat dinamika geopolitik .

Dalam perspektif teori komunikasi, Ari mengaitkan langkah Gibran dengan konsep Spiral of Silence. Teori yang diperkenalkan oleh Elisabeth Noelle-Neumann itu menjelaskan bagaimana opini publik dapat didominasi oleh arus mayoritas, sementara suara lain cenderung meredup.

Ari menilai, Gibran berupaya “memecah” dominasi tersebut dengan menghadirkan narasi yang lebih sejuk dan inklusif, terutama terkait persepsi publik terhadap dirinya dan keluarganya.

Pernyataan Gibran sendiri muncul di tengah sorotan publik terhadap komentar Jusuf Kalla mengenai . Dalam beberapa kesempatan, JK menyebut perannya dalam mengusulkan nama Jokowi kepada Megawati Soekarnoputri saat Pemilihan Kepala Daerah , hingga menyebut kontribusinya dalam perjalanan politik Jokowi.

Menanggapi dinamika tersebut, Gibran justru memilih pendekatan yang lebih menenangkan. Saat melakukan kunjungan kerja di Papua Barat Daya, ia menyampaikan penghormatan kepada JK sebagai sosok berpengalaman yang telah banyak berkontribusi bagi bangsa, termasuk dalam penyelesaian di berbagai daerah.

BACA JUGA: BPD Didorong Naik Kelas : Dari Pengelola Dana menjadi Orkestrator Pertumbuhan Ekonomi Daerah

“Pak JK itu senior saya, mentor saya, dan beliau sangat berpengalaman. Banyak kontribusinya untuk negeri ini,” ujar Gibran.

Tak hanya itu, Gibran juga menyampaikan rasa terima kasih atas masukan dan evaluasi yang diberikan JK. Ia bahkan menyebut mantan tersebut sebagai teladan sekaligus figur yang ia kagumi.

dari berbagai lembaga sebelumnya juga menilai gaya komunikasi Gibran cenderung lebih sederhana dan langsung, mengikuti pola yang kerap ditunjukkan oleh Presiden . Pendekatan ini dinilai efektif dalam meredam ketegangan, terutama di tengah situasi politik yang sensitif.

Dengan pendekatan komunikasi yang lebih tenang dan menghargai senioritas, langkah Gibran dinilai dapat menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas politik nasional, sekaligus membangun citra kepemimpinan yang inklusif di mata publik. ***

Leave a Reply