Ingin Setara Dengan Negara Lain, Jokowi Minta Harga Obat dan Alkes Diturunkan

Avatar
Ilustrasi obat-obatan (Pixabay/Steve Buissinne)
banner 468x60

NALARNESIA.COM menginstruksikan anggota kabinetnya untuk memastikan harga alat (alkes) dan dapat ditekan agar setara dengan harga di negara-negara lain.

“Beliau minta harga alkes dan obat itu sama dong dengan negara-negara tetangga. Kan kita harga alkes dan obat mahal,” kata Menkes Budi di .

banner 225x100

Instruksi ini disampaikan Presiden dalam rapat internal dengan para menteri terkait di pada hari Selasa, menurut Menteri Budi Gunadi Sadikin.

BACA JUGA: Kemenkes Belum Terima Laporan Kasus Bakteri Pemakan Daging dari Jepang di Indonesia

Budi juga menyampaikan bahwa Presiden menginginkan agar industri alat dan domestik dapat dibangun menjadi lebih kuat, terutama untuk menghadapi kemungkinan pandemi di masa depan.

“Jadi tadi dibahas satu-satu kenapa obat dan alkes tinggi. Kami kasih masukan mungkin dari sisi jalur perdagangan kita ada inefisiensi dan tata kelola perlu lebih transparan dan terbuka, sehingga tidak ada peningkatan harga yang tidak perlu dalam pembelian alkes dan obat,” jelasnya.

Dalam rapat tersebut, Budi menyebutkan bahwa isu pajak industri kesehatan juga dibahas. Pemerintah berupaya agar pajak di sektor ini bisa lebih efisien dan sederhana tanpa mengurangi pendapatan negara.

BACA JUGA: Bank DKI Sinergi dengan PT Transportasi Jakarta, Dukung Pembiayaan Transportasi Ramah Lingkungan di Jakarta

“Misal kita beli 10.000 USG, kita ingin pabrik USG di kita dong. Nah padahal bea masuk USG nol persen kalau impor, tapi kalau kita ada pabrik dalam negeri, beli komponen layar elektronik, bahan baku, malah dikenakan bea masuk 15 persen. Ini kan ada inkonsistensi,” jelasnya.

Selain itu, rapat juga membahas tentang koordinasi antar kementerian teknis dalam merancang ekosistem untuk mendukung industri yang sedang dikembangkan.***

Leave a Reply