NALARNESIA.COM – Inspektorat Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) meluncurkan strategi untuk memperkuat pengawasan internal di sektor infrastruktur telekomunikasi pada hari Selasa, 1 Oktober 2024.
“Strategi penguatan infrastruktur telekomunikasi ini adalah sebuah program komprehensif yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pengawasan sektor infrastruktur telekomunikasi,” ungkap Inspektur II Inspektorat Jenderal Kemenkominfo, Muhammad Arief, di Jakarta.
Arief menjelaskan bahwa fokus dari peningkatan efektivitas pengawasan ini adalah pada perbaikan tata kelola proyek infrastruktur komunikasi, pengembangan metodologi pengawasan, dan teknologi informasi komunikasi (TIK). Ia menambahkan bahwa hasil utama dari strategi ini mencakup peta jalan pengawasan, pedoman pengawasan, dan pengembangan TIK, termasuk aplikasi Geographic Information System (GIS) untuk pemetaan infrastruktur telekomunikasi yang lebih efektif.
Arief juga menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antara pihak internal dan mitra eksternal dalam pelaksanaan pengawasan.
“Jadi nanti di dalam mengusung strategi penguatan ini, salah satu yang dikuatkan adalah aspek sumber daya manusianya untuk mengawal mitra kerja kita agar mencapai tujuan di internal,” jelasnya.
“Di eksternal, harapannya dengan pendampingan kita, kita bisa menjadi mitra strategis dan penasihat terpercaya yang dapat meningkatkan kualitas manajemen proyek infrastruktur telekomunikasi, sehingga kinerja mitra kerja kita menjadi lebih lancar,” tambah Arief.
Dia berharap penerapan strategi ini akan semakin memperkuat peran Inspektorat Jenderal sebagai pengawas serta mitra strategis dan penasihat terpercaya. Inspektur Jenderal Kemenkominfo, Arief Tri Hardiyanto, menyatakan bahwa peluncuran strategi ini merupakan langkah adaptasi Inspektorat Jenderal terhadap perubahan lingkungan yang terjadi.
“Jika kita ingin bertahan dengan perubahan lingkungan strategis, kita harus adaptif dan selalu bisa beradaptasi. Dengan beradaptasi, peran kita akan tetap relevan. Jika kita relevan, keberadaan kita akan tetap ada,” ujarnya.***