Prabowo Janji Hentikan Impor Bensin, Ingin Tebu dan Singkong Jadi Penggantinya

Avatar
Ilustrasi - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto (kiri) bersama Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo (tengah) dan Menhan Prabowo Subianto menggunakan mobil mengecek alutsista di Mabes TNI, Jakarta, Rabu (28/2/2024). (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/foc)
banner 468x60

NALARNESIA.COM dengan tegas menyatakan tekadnya untuk mendorong mencapai kemandirian dalam energi terbarukan, dengan memanfaatkan sumber daya tanaman seperti kelapa sawit, tebu, dan singkong yang melimpah di dalam negeri.

Beliau menyatakan bahwa penggunaan energi terbarukan dari sumber tanaman adalah solusi yang baik karena tidak menyebabkan polusi dan mengurangi ketergantungan pada energi fosil yang merugikan lingkungan.

banner 225x100

“Nanti kita bukan lagi ambil minyak dari terus habis, gas dari tanah habis,” kata dalam orasi ilmiah saat Wisuda Universitas Kebangsaan Republik (UKRI) di , dikutip dari Antara, Kamis, 29 Februari 2024.

Presiden juga menyampaikan keyakinannya bahwa dalam beberapa tahun ke depan, Indonesia dapat sepenuhnya beralih ke biodiesel dari kelapa sawit, dengan tujuan menghentikan impor bahan bakar dari luar negeri.

BACA JUGA: Jokowi Mulai Ngantor di IKN Mulai Bulan Juli

“Selama ada matahari dan selama ada hujan, tiap tahun kita bisa panen solar (surya), banyak negara iri sama Indonesia,” tambah dia.

optimistis bahwa Indonesia dapat mencapai kemandirian dalam energi terbarukan dalam waktu yang relatif singkat, menjadi teladan bagi negara lain dalam transisi menuju energi bersih dan berkelanjutan.

“Kita sudah bisa bikin B100, artinya biodiesel dari kelapa sawit 100 persen. Bisa kita bayangkan nggak? Kita tidak akan impor lagi solar dari luar negeri (impor ), karena kita punya produksi kelapa sawit sekarang 48 juta ton,” katanya.

Untuk mencapai tujuan tersebut, menurutnya, Indonesia membutuhkan generasi muda yang kuat, cerdas, dan pintar untuk mengelola sumber daya alam dan mewujudkan visi Indonesia sebagai negara yang mandiri dalam hal energi terbarukan.***