Akhirnya … Kejaksaan Kembalikan Aset-aset  Sitaan Kejahatan Investasi Bodong (Fahrenheit) ke Para Korban

Avatar
Ilustrasi/ Pixabay
banner 468x60

, NALARNESIA.com– Setelah berjuang hampir dua tahun menuntut haknya, akhirnya korban robot trading Fahrenheit yang tergabung dalam Paguyuban Solidaritas Investor Fahrenheit bisa bernafas lega setelah pada tanggal 12 Desember 2022 Majelis Hakim Pengedilan Negeri Barat memutuskan memenangkan para korban.

Dalam Putusan Perkara No 664/Pid.Sus/2022/PN Jkt.Brt Majelis Hakim menjatuhkan vonis putusan berupa uang tunai sejumlah Rp89,6 miliar beserta asset-aset sitaan dikembalikan kepada 1.449 korban melalui Paguyuban yang telah terdaftar di Kemenkumham yakni Paguyuban Solidaritas Investor Fahrenheit secara proporsional.

banner 225x100

Dalam perkara tersebut, Majelis Hakim telah memeriksa saksi-saksi perwakilan Konsorsium, Kuasa Hukum yang diperiksa dalam persidangan A quo antara lain Saksi Oktavianus, Saksi Sukma Bambang, Saksi Jaka, Saksi Brian Erick, Saksi Anthony James Harahap, Saksi Septiandi Prajawidya, Saksi Henni Meirani, Saksi Arif Rachman Hakim, Saksi Bonafasius Gunung, dan Saksi Hadi Wibowo.

Menurut Kuasa Hukum Paguyuban Solidaritas Investor Fahrenheit Oktavianus Setiawan, perjuangan dirinya dan para korban robot trading Fahrenheit melalui perjalanan panjang. Setelah menang di PN Barat, pihak juga menang di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta dan Mahkamah Agung Republik Indonesia melalui Putusan Pengadilan Tinggi DKI NO.24/Pid.Sus/PT.DKI/2023 Jo Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia NO. 5042 K/Pid.Sus/2023 yang menguatkan Putusan No 664/Pid.Sus/2022/PN Jkt.Brt.

“Akhirnya sejarah Indonesia mencatat ini merupakan peristiwa pertama kali ada tindakan nyata/konkret yang adil terhadap kejahatan yang di dalamnya ada unsur TPPU-nya (Tindak Pidana Pencucian Uang),” kata Oktavianus dalam acara Press Conference “Pengembalian Aset-Aset Sitaan Kejahatan Robot Trading Fahrenheit”, Selasa, 12 Desember 2023, di Hilton Garden Inn Jakarta Taman Palem, Jakarta Barat.

Oktavianus menegaskan, sebagai korban yang sangat dirugikan, sudah seharusnya aset-aset sitaan dari kejahatan bodong apalagi mengundang unsur TPPU itu dikembalikan kepada para korban, bukan disita negara seperti yang sudah-sudah, bahkan lebih parah ada yang kembali kepada pelaku.

“Saya berharap ini akan menjadi contoh Yurisprudensi di Indonesia untuk kasus-kasus serupa yang masih berjalan.  Sebab selama ini saya banyak melihat betapa menderitanya para korban. Tidak sedikit yang depresi karena ekonomi keluarga terpuruk, bahkan ada yang sampai ,” ungkap Oktavianus.

Pengacara spesialis bodong ini menambahkan, pihaknya merasa puas, karena selain hukum berpihak kepada para korban (mendapatkan hak-haknya), pelaku bodong yang menyamarkan kejahatannya melalui TPPU mendapat hukuman setimpal.

“Selanjutnya, setelah ini kami dan paguyuban akan menyiapkan instrumen dan mekanisme pengembalian untuk segera menyalurkan dana aset-aset sitaan kepada para korban yang tergabung dalam Paguyuban Solidaritas Investor Fahrenheit sebagaimana yang termuat dalam putusan menjadi satu-satunya Paguyuban yang akan menyalurkan dana ke Para Korban,” jelasnya.

Sebagai kuasa hukum, Oktavianus menyatakan, tetap akan mengawasi dan mengawal proses pengembalian dana kepada seluruh korban sampai akhir. Dia menargetkan Desember 2023 ini semua bisa dituntaskan, dan mengacu pada Putusan Pengadilan.

Sebagaimana yang diketahui korban Fahrenheit yang diwakilkan oleh Lawyer Oktavianus Setiawan seluruhnya berjumlah ratusan korban, dengan kerugian sebesar                                          Rp 261.833.507.840,00, berdasarkan hasil audit adapun asset yang dibagikan kepada para korban adalah sebesar Rp 35.956.694.660,00 beserta 2 unit kendaraan yakni LEXUS Warna Silver Nomor Polisi B.2917.BJV dan TOYOTA FORTUNER Nomor Polisi B.1525.VCV, berdasarkan Berita Acara Pengembalian Barang Bukti ***

Leave a Reply