Fraksi PKS DPR RI Kunjungi Kantor Pusat WHO Meminta Bantuan untuk Selamatkan Warga Palestina

Avatar
Warga Palestina (Aljazeera)
banner 468x60

NALARNESIA.COM melakukan kunjungan ke Kantor Pusat (WHO) di Jenewa, Swiss, dengan tujuan meminta bantuan organisasi kesehatan dunia tersebut untuk membantu menyelamatkan warga Palestina.

Ketua , Jazuli Juwaini, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut dilakukan dalam upaya menjalankan amanat konstitusi Undang-Undang Dasar (UUD) NRI Tahun 1945 untuk menjaga ketertiban dunia. Dia menekankan peran strategis WHO dalam kerjasama global.

banner 225x100

“Kesehatan telah menjadi isu kemanusiaan global, bukan lagi isu nasional suatu negara atau kawasan. Oleh karena itu, membutuhkan kerja sama dan kolaborasi di antara negara-negara di dunia,” kata Jazuli dalam keterangan resmi yang diterima di , Kamis, 4 Mei 2024.

Selama kunjungan pada hari Rabu, 8 Mei 2024 waktu setempat, Jazuli Juwaini mengajak WHO untuk berperan aktif dalam menciptakan dunia yang sehat dan sejahtera bagi semua orang, termasuk dari ancaman penyakit pandemik dan dampak dan peperangan.

BACA JUGA: Sebanyak 300 Demonstran Pendukung Pembebasan Palestina Ditangkap di New York

“Mereka tewas di tangan mesin perang agresor dan mayoritas tidak tertolong karena sistem kesehatan telah lumpuh total, rumah sakit dihancurkan, tidak ada obat-obatan, tidak ada dokter, dan bahkan tidak ada tenaga medis yang tersisa,” kata Salim.

Selain itu, Ketua Majelis Syura PKS, Salim Segaf Aljufri, menekankan pentingnya WHO dalam melakukan tindakan kemanusiaan untuk menyelamatkan nyawa warga sipil yang menjadi korban perang.

Dia mengatakan bahwa masyarakat Palestina yang mengungsi karena berisiko mengalami kematian akibat kurangnya akses terhadap makanan, air, layanan kesehatan, dan sanitasi, serta penyebaran penyakit di tengah kehancuran lingkungan mereka.

Kedua tokoh tersebut berharap untuk melihat dunia yang lebih damai, tertib, dan berkeadilan di masa depan, serta mendorong WHO untuk berbicara lebih keras dan bertindak lebih proaktif dalam menyelamatkan nyawa manusia di Palestina.

BACA JUGA: Sejumlah Musisi Gelar Aksi Damai, Tuntut Hentikan Genosida Terhadap Warga Palestina

“Kami juga menyerukan setop perang, setop agresi, setop penjajahan, setop genosida terhadap rakyat Palestina dan rakyat dunia mana pun,” kata dia.

Dalam perkembangan terbaru, lebih dari 15.000 anak dilaporkan tewas di Jalur sejak dimulainya Israel pada 7 Oktober 2023, menurut pernyataan otoritas di daerah tersebut.

“Sebanyak 15.002 anak meninggal di Jalur . Sebanyak 17.000 anak hidup tanpa orang tua,” tulis pernyataan yang dipublikasikan kantor pers otoritas Gaza pada hari Rabu, 8 Mei 2024.***

Leave a Reply