Kapal Nelayan di Sorong Hilang Usai Mengangkut 7 Ton Ikan Hasil Tangkapan

Avatar
Basarnas Kota Sorong melakukan pencarian kapal nelayan yang hilang di perairan Raja Ampat, Sabtu (16/3/2024) (ANTARA/Paulus Pulo)
banner 468x60

NALARNESIA.COM – Kapal nelayan KM Sinar Lema 01, yang membawa muatan ikan seberat tujuh ton dan empat anak buah kapal (ABK), dilaporkan mengalami kehilangan di perairan Raja Ampat sejak 13 Maret 2024. Kapal ini sedang dalam perjalanan menuju Kota , Barat Daya, ketika kehilangan kontak.

Kepala Kota , Amiruddin yang berada di Teminabuan pada Sabtu, telah dikonfirmasi mengenai kejadian ini. Menurutnya, kapal tersebut hilang kontak sejak 13 Maret dan setelah menerima laporan, segera meluncurkan operasi pencarian menggunakan peralatan yang mereka miliki.

banner 225x100

“Hilang kontak kapal dengan gros tonase (GT) 25 itu diperoleh melalui laporan yang diterima dari salah satu manajemen kapal bahwa ada terjadi lost contact,” kata Amiruddin dikutip dari Antara pada Sabtu, 16 Maret 2024.

Basarnas mulai melakukan operasi pencarian dengan mengerahkan kapal Wisnu di perairan Raja Ampat. Pencarian dilakukan di sekitar perairan Missol, yang merupakan wilayah yang dicurigai sebagai lokasi kapal yang hilang.

BACA JUGA: Perahu dan Rumah Warga Rusak Akibat Gelombang Tinggi di Selatan Sukabumi

Tim pencarian menggunakan peralatan yang dimiliki oleh KM Wisnu untuk mencari tahu keberadaan kapal nelayan KM Sinar Lema 01 dan empat ABK yang hilang. Pencarian ini dilakukan dengan cermat dan terfokus di area yang diduga sebagai lokasi kehilangan kontak kapal.

Pencarian kapal nelayan yang hilang ini merupakan prioritas utama Basarnas dalam upaya penyelamatan dan pemulihan. Mereka berusaha untuk segera menemukan kapal tersebut dan memastikan keselamatan ABK yang berada di dalamnya.

“Kapal itu seharusnya sudah tiba di Kota pada tanggal 14 Maret, namun belum tiba, sehingga tim melakukan pencarian menggunakan peralatan yang ada, namun belum ditemukan,” kata Amiruddin.

Kondisi cuaca dan informasi terkini dari wilayah perairan Raja Ampat menjadi faktor penting dalam operasi pencarian ini. Basarnas berupaya menggunakan semua sumber daya yang mereka miliki untuk mempercepat proses pencarian dan meminimalisir potensi risiko yang dihadapi oleh kapal dan ABK yang hilang.

BACA JUGA:

“Sudah memasuki hari ketiga pencarian belum ada titik terang mengenai keberadaan kapal tersebut, Basarnas akan terus melakukan pencarian,” kata Amiruddin.

Upaya pencarian ini juga melibatkan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk otoritas maritim dan instansi lainnya, guna memastikan efektivitas dan keselamatan selama operasi pencarian berlangsung.

Pihak berwenang terus memantau dan memberikan informasi terbaru kepada keluarga ABK dan pihak terkait lainnya mengenai perkembangan operasi pencarian kapal nelayan KM Sinar Lema 01. Semua upaya terus dilakukan dengan harapan dapat menemukan kapal dan ABK yang hilang dengan segera.***