Marunda City Siap Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi dan Logistik Jabodetabek

Avatar
Gerbang baru Marunda City resmi dibuka, terhubung Pintu Tol Tarumajaya jadi simbol transformasi Kota Industri. (Istimewa)
banner 468x60

NALARNESIA.COM – Kawasan Industri Marunda Center resmi melangkah ke babak baru pengembangan dengan dibukanya gerbang utama yang terkoneksi langsung ke Pintu Tol Tarumajaya. Peresmian tersebut dikemas dalam agenda bertajuk & The Gate Opening Ceremony”, sekaligus menandai dimulainya transformasi kawasan menuju kota industri terpadu berkelas internasional.

Acara peresmian berlangsung meriah dan dihadiri lebih dari 500 tamu undangan, mulai dari jajaran direksi Marunda Center, unsur TNI-Polri, anggota Kabupaten , para sekitar kawasan, tokoh masyarakat dan agama, hingga perwakilan pelaku industri dan mitra bisnis.

banner 225x100

Presiden Direktur Marunda Center yang juga Direktur Utama PT Multikarya Hasilprima, Iwan Yuswanto Djunaedi, menegaskan bahwa pembukaan akses baru ini merupakan respons langsung atas kebutuhan utama para tenant, khususnya terkait efisiensi distribusi dan kelancaran arus logistik.

BACA JUGA: Pesta Rakyat Vista Pora 2025: Ribuan Konsumen Hujani Hadiah, Penjualan Rumah Meledak!

“Konektivitas langsung ke Tol Tarumajaya akan memangkas waktu tempuh dan biaya logistik. Gerbang ini bukan hanya akses fisik, tetapi simbol perubahan besar Marunda Center menuju ,” ujar Iwan saat ditemui di lokasi acara.

Menuju Konsep Kota Industri Terintegrasi

Menurut Iwan, pengembangan Marunda City dirancang sebagai kawasan industri terpadu yang menggabungkan fungsi industri, , pusat logistik, area komersial, hingga hunian. Dalam tahap lanjutan, kawasan ini juga akan dilengkapi fasilitas pendukung seperti pendidikan, layanan kesehatan, sarana olahraga, serta ruang terbuka publik.

Konsep tersebut sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam mendorong pengembangan kawasan industri terintegrasi yang berorientasi pada efisiensi rantai pasok dan keberlanjutan, sebagaimana tertuang dalam Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) Kementerian Perindustrian.

“Marunda City kami desain sebagai magnet investasi baru, baik dari dalam maupun luar negeri, yang tumbuh selaras dengan lingkungan dan masyarakat sekitar,” tambahnya.

BACA JUGA: Wilayah Jonggol Terdampak Banjir,Pengembang ini Fokus Mitigasi dan Perkuatan Tanggul

Produk Properti dan Daya Tarik Investasi

Saat ini, Marunda Center menawarkan beragam produk properti industri, mulai dari Standard Factory Building (SFB), Boutique Office, gudang sewa dengan total net leasable area sekitar 20 hektare, hingga kavling industri siap bangun. Harga SFB dipasarkan mulai Rp4,9 miliar (di luar PPN) dengan luas bangunan 288 meter persegi, sedangkan Boutique Office dibanderol mulai Rp2,4 miliar.

GM Marketing Marunda City, Ehlis, menyebut kawasan seluas kurang lebih 600 hektare tersebut menjadi peluang investasi strategis, terutama di tahap awal pengembangan kota industri mandiri.

“Marunda City kami posisikan sebagai City of Opportunities, kawasan dengan perpaduan industri, komersial, dan residensial yang dirancang modern dan adaptif,” katanya.

Konektivitas Logistik Kian Kuat

Gerbang utama Marunda City terkoneksi langsung dengan Tol Cibitung–Cilincing yang merupakan bagian dari Jakarta Outer Ring Road (JORR) 2. Ruas tol ini telah diresmikan Presiden Joko Widodo pada September 2022 dan berperan penting dalam mempercepat distribusi logistik di wilayah Jabodetabek, khususnya ke Tanjung Priok dan kawasan industri di serta Karawang.

BACA JUGA: Warga Kalibata City Kini Bisa Awasi WNA Sendiri! Pos Pengaduan Keimigrasian Resmi Beroperasi

Selain akses tol, pengembangan pelabuhan Marunda fase kedua juga tengah berlangsung. Proyek ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas bongkar muat sekaligus mendukung aktivitas logistik dan hilirisasi komoditas, termasuk sektor crude palm oil (CPO) yang menjadi salah satu fokus pengembangan kawasan.

Dampak Ekonomi dan Serapan Tenaga Kerja

Keberadaan Marunda Center dinilai memberikan efek ekonomi signifikan bagi wilayah Utara. Mulai dari peningkatan penerimaan pajak daerah dan BPHTB, penyerapan tenaga kerja di sektor konstruksi dan industri, hingga tumbuhnya pelaku UMKM di sekitar kawasan.

“Dampak bergandanya sudah mulai terasa. Aktivitas industri meningkat, lapangan kerja terbuka, dan usaha masyarakat sekitar ikut bergerak,” jelas Iwan.

Fasilitas Lengkap dan Berorientasi Keberlanjutan

Dikembangkan di atas lahan hingga 600 hektare, Marunda City telah dibekali berbagai utilitas dasar seperti pasokan listrik, air bersih, jaringan fiber optic, sistem pengolahan limbah terpadu, layanan pemadam kebakaran dan ambulans, serta pengamanan kawasan 24 jam. Seluruh pengelolaan kawasan dilakukan sesuai regulasi pemerintah dengan pengawasan lingkungan secara berkala.

BACA JUGA: Sukarmi Ningsih: Hadirkan TMI Difabel sebagai Ruang Belajar dan Kemandirian untuk Disabilitas

Menghadapi era industri 4.0, Marunda Center juga menyiapkan infrastruktur berbasis Internet of Things (IoT) dan backbone internet sebagai fondasi pengembangan kota industri modern dalam 5 hingga 10 tahun mendatang.

Prosesi Peresmian

Prosesi peresmian gerbang utama ditandai dengan penyalaan identitas dan logo baru Marunda City, pengguntingan pita oleh jajaran direksi, sesi foto bersama, serta ramah tamah yang dimeriahkan penampilan seni dari Yayasan Prima Unggul.

Dengan dibukanya gerbang utama dan peluncuran identitas baru, Marunda City menegaskan posisinya sebagai kawasan industri terpadu yang modern, kompetitif, dan berorientasi global, sekaligus menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru bagi Bekasi Utara dan kawasan nasional.

Leave a Reply