Panitia Pemilihan Kecamatan Tapos Diintimidasi: Sudah Tidak Kondusif

Avatar
Surat Panitia Pemilihan Kecamatan Tapos Diintimidasi: Sudah Tidak Kondusif. (Tangkapan layar Instagram/@infodepok)
banner 468x60

NALARNESIA.COM – Panitia Pemilihan () , Depok Jawa Barat mengundurkan diri dari proses rekapitulasi penghitungan suara di tingkat . Mereka memutuskan untuk mundur sebab yang mereka dapatkan.

“Kami atas nama dengan ini menyatakan ketidaksanggupan kami melaksanakan rapat pleno rekapitulasi perolehan suara tingkat ,” demikian tulis surat dikutip dari akun Instagram @info_depok pada Kamis, 7 Maret 2024.

banner 225x100

Mereka merasa tidak sanggup akan intimidasi yang didapatkan. Tidak hanya pada diri mereka sendiri tapi juga keluarga anggota PPK turut mendapatkan intimidasi.

“Dikarenakan kondisi wilayah yang sudah tidak kondusif dengan adanya intimidasi kepada anggota PPK bahkan keluarga,” tulisnya.

BACA JUGA: Ketua KPPS di Serang Coblos Banyak Surat Suara, Polisi Akan Lakukan Penangkapan

Akibat intimidasi yang didapatkan baik itu kepada anggota PPK maupun keluarganya, mereka menunjukkan ketidaksanggupannya. PPK Tapos akhirnya melimpahkan proses rekapitulasi perolehan suara tingkat kecamatan itu langsung ke tingkat kota.

“Dengan ini kami menyerahkan sepenuhnya kepada KPU Kota Depok untuk melaksanakan rekapitulasi dilaksanakan langsung di tingkat kota,” tulisnya.

Beberapa netizen juga memenuhi kolom komentar dengan permintaan agar pihak yang mengintimidasi dapat diungkap. Lalu ada juga yang mengatakan fakta tentang ‘sirekap'.

“Ayo dong jangan saling lempar bola salju, sebutin aja dari pihak mana yang intimidasi. Biar gak gaduh masyarakat,” tulis seorang netizen.

BACA JUGA: Peneliti Sebut Pemilu Kemarin Tingkatkan Resiko Gangguan Mental

“Lihat beritanya akun sebelah, ketua KPU Depok yang langsung ngomong. Klw app sirekap berjalan sendiri diuar kendali. Ngeriii,” ujar netizen lainnya.

Meski begitu, beberapa netizen juga memberikan semangat dan simpati kepada PPK Tapos yang diintimidasi itu. Netizen itu berspekulasi bahwa intimidasi bisa jadi datang dari pihak yang lebih tinggi.

“Kalau takut siapa yang intimidasi berarti penguasa atau punya bekingan yang kuat. Sehat-sehat yaa temen-temen semua,” tulisnya.***