Pentingnya Aktivitas Fisik di Usia Muda Dapat Menjaga Kesehatan Jantung

Avatar
Ilustrasi olahraga lair (Unsplash/Jozsef Hocza)
banner 468x60

NALARNESIA.COM sub-spesialis kardiovaskular dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta, Dr. Ika Prasetya Wijaya menekankan pentingnya rutin beraktivitas fisik untuk menjaga kesehatan jantung.

“Kebiasaan kita kan kurang gerak. Jadi, pas sudah tahu sakitnya kita sudah berat kondisinya, karena enggak pernah melakukan jadi begitu sakit, apa ditemukan? Sakit jantung,” kata alumnus Universitas itu.

banner 225x100

Dalam diskusi kesehatan yang diadakan secara daring dari Jakarta pada hari Senin, Dr. Ika menyatakan bahwa kurangnya merupakan salah satu faktor yang meningkatkan risiko penyakit jantung.

Ia menjelaskan bahwa tanda-tanda gangguan jantung bisa dikenali saat seseorang melakukan aktivitas rutin, seperti nyeri dada atau mudah lelah saat menaiki tangga.

BACA JUGA: Ciri-ciri Fisik Orang Beresiko Terkena Serangan Jantung, Salah Satunya Sering Pingsan

“Biasanya kemampuannya naik tangga bisa cepat, lari kuat, suatu saat berhenti di tengah-tengah ngos-ngosan dulu, istirahat sebentar baru naik lagi. Itu ada masalah di pompa jantungnya, yang lain, nyeri dada pasti ada penyempitan di aliran darah koronernya,” ia menjelaskan.

Dr. Ika menegaskan bahwa penyakit jantung bisa dicegah dengan melakukan secara teratur sejak usia muda. Contohnya, membiasakan diri untuk naik turun tangga atau berjalan kaki sejauh 500 meter hingga satu kilometer pulang pergi.

yang disarankan untuk melatih otot jantung meliputi jalan cepat selama setengah hingga satu jam sejauh tiga kilometer, lari pagi sejauh enam kilometer, dan berenang sejauh satu hingga tiga kilometer empat hingga lima kali seminggu. Jeda dua hingga tiga hari dapat digunakan untuk ringan seperti senam atau angkat beban.

Ia juga menambahkan bahwa massa otot akan berkurang dan digantikan oleh lemak jika jarang melakukan aktivitas fisik.

BACA JUGA: Prabowo Hadir dalam Upacara HUT Kopassus ke-72 di Cijantung

“Jika dari muda sudah melakukan tindakan tadi, biasanya semakin tua masih tetap kuat kondisi ototnya,” kata Ika.

Bagi mereka yang sudah menderita penyakit seperti diabetes dan serta tidak terbiasa beraktivitas fisik, Dr. Ika menganjurkan untuk segera menjalani gaya dan menyisihkan waktu untuk berolahraga. Hal ini penting agar gangguan fungsi jantung dapat terdeteksi sejak dini.***

Leave a Reply