Tetap Bekerja Meski Dibayar 15 Ribu, Kisah Kuli Panggul Beras Terjebak di Lingkaran Kehidupan

Avatar
Kuli panggul beras bernama Jum saat beristirahat di Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur pada Selasa, 20 Februari 2024. (Nalarnesia.com/Muhamad Iqbal Fathurahman)
banner 468x60

NALARNESIA.COM – Seorang kuli panggul di Pasar Induk Cipinang, Timur, Jum (45) mengaku kesulitan dalam mencari pekerjaan lain. Dirinya tetap bertahan meski dibayar hanya 15 ribu per satu ton yang ia angkut.

Jum di salah satu agen di Pasar Induk Cipinang, ia merasa sulit untuk keluar dari pekerjaannya saat ini. Di usianya yang sudah berkepala empat, mencari pekerjaan tetap tidak semudah membalikkan telapak tangan.

banner 225x100

Maka dari itu, Jum memilih untuk serabutan. Mulai dari kuli panggul hingga kuli bangunan di kampungnya.

“Susah gaada lagi, tapi kalo di kampung kalo ada yg nyuruh kita apa aja (kita kerjain) kadang-kadang (kuli) bangunan, tapi itu juga jarang,” kata dia kepada Suara.com di Pasar Induk Cipinang, Timur pada Selasa, 20 Februari 2024.

BACA JUGA: Pedagang Beras di Pasar Ciracas Keluhkan Harga yang Melonjak Tak Masuk Akal

Jum sudah sebagai kuli panggul beras selama 30 tahun. Anak dan istrinya tinggal di kampungnya di .

“(Anak istri) di kampung di , (saya) disini udah 30 tahun lebih,” ujarnya.

Jum mengaku dirinya hanya mendapatkan upah sebesar 15 ribu. Upah tersebut didapatkannya setelah mengangkut berasa sebanyak 1 ton atau setara 20 karung beras.

“Per ton 15 ribu, gak sama (tiap tokonya) tergantung bosnya,” katanya.

BACA JUGA: Harga Beras Melonjak, Pedagang: Makan Gratis Nomor Sekian

Meski begitu, beberapa kawan Jum di toko lain ada yang diberi upah 20 ribu per ton.

Pendapatan Jum dalam satu hari tidak menentu, jika ramai dirinya bisa mengangkat karung beras sampai 5 ton. Begitupun sebaliknya, apabila sepi dirinya tidak mendapatkan upah apapun selain uang makan dari bosnya.***

Leave a Reply