2024 CHL Group Akan Rilis Lima Proyek Baru, Sediakan Rp600 Miliar

Avatar
Banara Serpong, salah satu proyek perumahan PT Cipta Harmoni Lestari (Istimewa)
banner 468x60

JAKARTA, NALARNESIA.com – Pasca pandemi Covid-19, tren hunian masyarakat di mengalami perubahan yang signifikan. Perubahan gaya hidup yang berorientasi pada kesehatan turut merubah minat .

Salah satu aspek yang menjadi pertimbangkan penting dalam pencarian tempat tinggal adalah lokasi, dimana untuk di kota-kota besar sudah sangat sulit didapatkan harga yang sesuai kemampuan daya beli masyarakat kelas menengah. Karena itu, pemilihan lokasi harus benar-benar diperhitungkan.

banner 225x100

Terkait hal tersebut, dalam mengembangkan proyek propertinya, para developer juga sangat konsen dalam pemilihan lokasi yang tepat, seperti yang dilakukan oleh pengembang Group.

BACA JUGA: Jelang Akhir Tahun 2023, PP Properti Serah Terimakan Unit Tower 1 Louvin Apartment

Menurut Andreas Audyanto, Project CEO PT (CHL Group), dalam memilih lokasi perumahannya, sedikitnya ada tiga hal yang sangat diperhitungan oleh CHL Group. Pertama, terkait investment value ().

merupakan bisnis yang base on need, di mana bila ada kebutuhan pasti ada ceruk . Jadi, meskipun lokasinya tidak berada di lokasi yang mature atau sun rise property, saat ada demand pasti ada peluang di sana,” kata Andreas Audyanto kepada sejumlah wartawan, Jumat, 29 Desember 2023.

Kedua, adalah faktor kelangkaan (scarcity) yang menrupakan salah satu sifat . Menurutnya, CHL Group tak sekadar membangun properti, namun juga mengembangkan hunian dengan konsep unik yang kerap menjadi trendsetter.

BACA JUGA: Lamudi Indonesia: Dampak PPN DTP Pencarian Rumah dan Apartemen Capai 82,4 Persen

Ketiga, accesibility. Saat ini, masyarakat memilih hunian intinya yang memiliki kemudahan akses, meski lokasinya tidak berada di pusat kota.

“Akses adalah hal penting, sehingga proyek-proyek kami umumnya dibangun di lokasi yang memiliki akses menuju transportasi publik dan infrastruktur penunjang lain,” jelas Andreas Audyanto.

Dia mengungkapkan, saat ini CHL Group memiliki persediaan lahan (land bank) sebesar 190 hektare. Di atas stok lahan tersebut, CHL Group berencana mengembangkan setidaknya lima proyek hingga awal 2025 mendatang.

BACA JUGA: TKN Prabowo-Gibran Tegas Minta Roy Suryo Tidak Sebar Hoaks

Guna mengembangkan proyek-proyek tersebut, CHL Group menggelontorkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp600 miliar.

Audy menuturkan, pihaknya tengah mempersiapkan hunian dengan konsep unik di kawasan BSD City yang menurut rencana akan diperkenalkan pada Kuartal I 2024 mendatang.

“Lahan yang kami persiapkan sebesar 80 hektare dan hanya menawarkan rumah dengan jumlah unit hunian terbatas,” ungkap Audy.

BACA JUGA: Paus Fransiskus Serukan Penghentian Konflik di Seluruh Dunia

Dia mengaku tidak takut bersaing dengan pengembang-pengembang besar lain, lantaran CHL Group menawarkan keunggulan, yakni dari sisi konsep dan harga.

“Harga yang kami tawarkan untuk rumah di pusat BSD City masih di bawah Rp5 miliar. Sementara itu, konsepnya sangat unik, bahkan sempat menuai pertentangan di internal CHL Group. Tapi pada saat didesain, hasilnya luar biasa,” kata Audy yang masih merahasiakan konsep hunian anyar tersebut.

Tidak hanya di kawasan BSD City, di 2024 CHL Group juga bakal mengembangkan beberapa proyek lain di kawasan Jabodetabek dengan menggandeng partner lokal.

“Yang jelas, kami harus memastikan lahan yang akan dikembangkan harus clear dan clean secara hukum,” imbuhnya.

BACA JUGA: Sold Out 1.000 Rumah, Paradise Serpong City 2 Luncurkan Cluster Ecoarden Paradise

Audy menuturkan, CHL Group juga mulai melakukan penetrasi ke sektor hospitality, yang akan segera dikembangkan berada di Batu Cermin, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Dengan luas lahan sekitar 30 hektar, CHL Group akan membangun resor berkonsep boutique dengan menggandeng pengembang dan operator—yang masih dirahasiakan namanya.

“Sebenarnya kami telah masuk ke Labuan Bajo lebih awal dibanding beberapa pengembang yang saat ini juga tengah membangun proyek hospitality di sana. Proyek kami ini segera kami bangun dan rencananya akan mulai beroperasi di awal 2025 mendatang,” ungkap Audy.

BACA JUGA: Disomasi Terkait Ucapan “Tukang Fitnah”, Ini Jawaban KPUhttps://nalarnesia.com/disomasi-roy-suryo-terkait-ucapan-tukang-fitnah-ini-jawaban-kpu/

Sebagai informasi, CHL Group merupakan anak perusahaan konglomerasi Harita Group yang berdiri sejak 2015. Sebelumnya, CHL Group telah mengembangkan beberapa proyek seperti The Sanctuary Collection, Mazenta Residence, Marchand Hype Station, dan Naraya Serpong. ***

Leave a Reply