Dinkes DKI Minta Warga yang Memiliki Gejala TBC Segera Memeriksakan Diri ke Faskes Agar Tidak Menular

Avatar
Ilustrasi batuk TBC (unsplash/Annie Spratt)
banner 468x60

NALANRNESIA.COM – Dinas mendorong warga yang mengalami gejala tuberkulosis () seperti batuk terus menerus untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas terdekat.

Gejala TBC juga termasuk batuk dengan darah, demam, meriang, sesak napas, nyeri dada, penurunan berat badan, nafsu makan menurun, dan berkeringat di malam hari.

banner 225x100

“Atau kalau menemukan orang-orang di sekitarnya yang terduga TBC agar didorong untuk memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan ,” kata Kepala Dinas Kesehatan Ani Ruspitawati saat dihubungi, Selasa.

Ani dari Dinas Kesehatan menekankan pentingnya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) untuk memutus rantai penularan TBC dan mempercepat eliminasi penyakit ini.

BACA JUGA: Diduga Jengkel Sakit Menahun, Kakek di Madiun ‘Tamatkan' Hidupnya di Atas Rel KA

Masyarakat juga diharapkan berperan dalam mendukung penanggulangan TBC sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021.

“Misalnya dengan melakukan kegiatan edukasi di masyarakat dan mempromosikan perilaku hidup bersih dan sehat,” ujar Ani.

Adelina juga menyoroti pentingnya dukungan komplementer dari masyarakat untuk pasien TBC, seperti memberikan dukungan gizi atau nutrisi tambahan, mencegah stigma dan diskriminasi terhadap kasus TBC, memberikan masukan dalam kebijakan penanggulangan TBC, membantu mengurangi dampak risiko bagi pasien TBC dan keluarga, serta memberikan dukungan psikososial.

telah berkomitmen untuk menanggulangi TBC melalui berbagai upaya, termasuk penemuan kasus TBC secara aktif, penguatan tatalaksana sesuai standar, pembentukan Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis, sosialisasi dan kampanye TBC, peningkatan akses layanan bermutu, pelibatan komunitas dan sektor lainnya, serta pelaksanaan coaching pada petugas kesehatan.

BACA JUGA: Mencegah Obesitas Dengan Cara Mindfull Eating, Makan Secara Sadar

Upaya yang dilakukan juga mencakup ekspansi layanan TBC hingga tempat praktik mandiri dokter, penguatan pengawasan melalui validasi data, peningkatan penelitian dan inovasi, pelaksanaan terapi pencegahan TBC, pelibatan jaringan rumah dan klinik swasta besar, serta peningkatan peran serta komunitas dalam pelacakan pasien, pendampingan pengobatan, dan manajemen program TBC secara keseluruhan.***