Jelang Lebaran, BPOM Himbau Masyarakat Perhatikan Keamanan Pangan

Avatar
Ilustrasi kue kering lebaran (unsplash.com/Anna Peipina)
banner 468x60

NALARNESIA.COM () Republik mengingatkan masyarakat akan pentingnya memperhatikan keamanan pangan saat merayakan bersama keluarga.

“Bahan utama makanan harus tetap aman, tentu bebas dari pencemaran kimia seperti toksin atau racun, jamur, serta logam berat seperti timbel,” kata Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Muda Ima Ananda dalam diskusi bertajuk “Keamanan Pangan untuk Konsumen Cerdas” yang diikuti secara daring di , Kamis, 4 April 2024.

banner 225x100

Ima menjelaskan bahwa bahan makanan dapat tercemar secara biologis melalui berbagai proses, seperti pengambilan bahan makanan laut dari tempat yang tercemar atau kondisi alat masak yang tidak baik.

“Misalnya, ada lapisan coating anti-lengket yang sudah terkelupas, kemudian kita tetap memakai alatnya. Ternyata, lapisan yang tergerus itu bisa masuk ke makanan yang kita makan,” ungkapnya.

BACA JUGA: BMKG Akan Modifikasi Cuaca Saat Lebaran Apabila Cuaca Memburuk

Selain itu, Ima juga menyarankan agar masyarakat memperhatikan penggunaan bahan tambahan makanan sesuai dengan ketentuan yang tertera pada kemasan untuk menghindari pencemaran kimia.

“Misalnya saat membuat kue, (Ada orang yang mengatakan) pewarna suka-suka saya saja, padahal di label ada penggunaannya untuk sekian takaran. Misalnya 1 liter bahan, sekian ml batas maksimal (bahan) tambahannya begitu,” lanjutnya.

Ima juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dalam penanganan bahan pangan untuk mencegah pencemaran biologis.

BACA JUGA: Pihak Pertamina Menghimbau Masyarakat Agar Tidak Panik Dengan Stok BBM Selama Lebaran

“Penyakit keracunan pangan di paling banyak disebabkan pencemaran biologi dari praktik pemeliharaan higiene dan sanitasi yang kurang baik, seperti terjamah tangan yang kotor dan pengolahan (makanan) yang kurang baik, sehingga ada kontaminasi kuman, bakteri, virus, parasit, dan protozoa yang masuk ke tangan,” paparnya.

Terakhir, Ima mengimbau agar masyarakat mewaspadai pencemaran fisik seperti potongan kuku, , staples, potongan kayu, rambut, serangga, dan benda kecil lainnya yang dapat membawa kuman dan mencemari makanan.***