Luhut Siapkan Anggaran 20 Triliun Untuk Program Makan Bergizi yang Sebelumnya Bernama Makan Siang Gratis

Avatar
Luhut Binsar Pandjaitan saat menerima kedatangan Menteri Energi dan Infrastruktur Uni Emirat Arab, Minister Suhail Mohamed Al Mazrouei. (Instagram.com/luhut.pandjaitan)
banner 468x60

NALARNESIA.COM – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan , Luhut Binsar Pandjaitan, menyatakan bahwa anggaran untuk program makan bergizi yang dijanjikan oleh presiden terpilih, , akan diberikan secara bertahap, dimulai dari Rp20 triliun.

“Angka kita mulai mungkin dengan Rp20 triliun, dan bertahap, sambil jalan,” ujar Luhut dalam acara bertajuk, “Supply Chain Dynamic in Critical Minerals Geopolitical” yang digelar di Jakarta, Kamis, 20 Juni 2024.

banner 225x100

Luhut mengapresiasi program tersebut karena banyak di yang jarang mengonsumsi daging atau telur. Melalui program ini, ia berharap - dapat menikmati makanan yang bergizi.

BACA JUGA: Prabowo Mengoreksi Istilah ‘Makan Siang Gratis' dan ‘Presidential Club' Karena Dinilai Kurang Tepat

“Dan program itu (makan bergizi) dijalankan di 93 negara, bukan hal yang aneh. Saya kira ini sangat bagus,” ucap Luhut.

Selain mengapresiasi kesempatan bagi anak-anak untuk mengakses daging dan telur, Luhut juga memuji variasi menu harian yang menggunakan bahasa Inggris.

“Misalnya, today your meal eggs, rice, ini pakai bahasa Inggris. Jadi pelajaran dalam satu program,” tutur Luhut.

Dalam kesempatan itu, Luhut juga membantah anggapan bahwa anggaran negara tidak mampu menanggung program makan bergizi ini.

BACA JUGA: Luhut Binsar Panjaitan Hadiri Upacara HUT Kopassus ke-72, Naik Mobil Taktis Dikendarai Danjen Kopassus

“Jadi saya pikir bagus, orang takut nanti anggaran belanja kita enggak kuat, sebenarnya bertahap, enggak ada masalahnya,” ujar Luhut.

Menurut skenario Kemenko Marves, dengan defisit anggaran 2,5 persen, dapat mengalokasikan Rp612 triliun untuk menyelesaikan pembangunan tol Sumatera, pembangunan Nusantara (IKN), dan menjalankan program .

Luhut mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir, dan memastikan bahwa anggaran Indonesia akan tetap aman asalkan kebocoran anggaran dapat dikurangi, salah satunya melalui digitalisasi.

“Dengan digitalisasi, kita bisa mengurangi secara signifikan kebocoran tadi, jadi kita bisa membaik lagi,” kata Luhut.***

Leave a Reply