Sri Mulyani Sebut Ekonomi Indonesia Bertumbuh Positif di Tengah Banyaknya Pabrik Tutup dan Gelombang PHK

Avatar
Menteri Keuangan, Sri Mulyani saat diwawancarai oleh kantor berita asing Bloomberg. (Instagram)
banner 468x60

NALARNESIA.COM – Meskipun berita tentang pertumbuhan yang positif menjadi sorotan, namun fenomena dan gelombang PHK masih menjadi masalah yang signifikan di sektor industri.

Pertanyaan muncul mengenai bagaimana mungkin pertumbuhan ekonomi terjadi jika banyak pabrik yang bangkrut.

banner 225x100

Menurut , meskipun terjadi stagnasi ekonomi global dan gejolak pasar keuangan, perekonomian kembali tumbuh kuat.

BACA JUGA: Sri Mulyani Putar Otak Atur Strategi Jaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah

Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa pada kuartal pertama 2024, pertumbuhan mencapai 5,11 persen (yoy), yang didorong terutama oleh permintaan domestik yang kuat dan dukungan dari APBN. Pertumbuhan ini juga berdampak positif terhadap penurunan tingkat pengangguran terbuka.

“Di tengah ketidakpastian global, terus dapat menunjukkan resiliensinya, terlihat dari capaian pertumbuhan pada triwulan I ini,” kata dalam keterangannya dikutip Jumat, 10 Mei 2024

juga menyatakan bahwa kualitas pertumbuhan ekonomi meningkat, tercermin dari penciptaan lapangan kerja yang signifikan, yang berhasil menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) ke level yang lebih rendah dari sebelum pandemi.

BACA JUGA: Pemilu Dua Putaran Akan Tingkatkan Konsumsi Masyarakat, BI Prediksi 2024 Ekonomi Indonesia Tumbuh Sampai 5,5 Persen

“Ke depan APBN akan terus dioptimalkan untuk menjaga stabilitas ekonomi, mendorong akselerasi pertumbuhan, dan penciptaan lapangan kerja, ” ujarnya.

Namun, pada tahun 2024, industri manufaktur di Jawa Barat mengalami masa sulit, dengan beberapa pabrik terpaksa gulung tikar karena berbagai faktor seperti kondisi ekonomi global yang lesu, kenaikan biaya produksi, dan disrupsi teknologi.

Leave a Reply