Terjadi Lagi di Magetan, Belum Pulang Berhaji Kulkas di Rumah Terbakar

Avatar
Kulkas milik Kiai Rusdan yang tengah menunaikan ibadah haji terbakar di rumahnya, Desa Turi, Kecamatan Panekan, Magetan, Jawa Timur/Istimewa
banner 468x60

NALARNESIA.COM – Perabotan rumah tangga berupa kulkas milik Kiai Rusdan yang saat ini tengah menunaikan ibadah haji di suci, terbakar di rumahnya, Desa Turi, Panekan, , , Minggu (2/6/2024).

Api sempat menjalar dan membakar gorden, bantal, kasur serta sebuah almari yang berada di sebelahnya. Meski begitu api tidak sempat merambah sisi bangunan rumah, lantaran para santri murid Kiai Rusdan langsung beramai-ramai memadamkannya.

banner 225x100

Para santri Pondok Pesantren Darul Ulum pimpinan Kiai Rusdan, langsung mendatangi lokasi . Mereka membawa timba, bak, gayung dan peralatan lainnya berisi air yang didapat dari kolam ikan dan sungai tak jauh dari lokasi.

BACA JUGA: PSI Sebut Keputusan MA Tidak Terkait dengan Pencalonan Kaesang

“Para santri mengetahui di rumah Kiai Rusdan, berkat siaran dari pengeras suara di masjid dan mushola pondok. Begitu mendengar, mereka langsung kompak memadamkan dengan cara tradisional,” tutur Suhepi, Turi, kepada yang menghubunginya.

Dijelaskan Suhepi, perabotan rumah tangga yang terbakar antara lain lemari es, gorden, bantal, kasur dan almari. Boleh jadi, duganya, jika itu tidak segera diketahui mungkin api bisa membakar rumah sekalian.

Menurut Suhepi, percik api pertama kali diketahui oleh Bahrudin, tetangga korban. Bahrudin kala itu mencurigai adanya bau yang mirip sesuatu benda terbakar, yang setelah ditelusuri ternyata bersumber dari rumah korban.

“Terbakarnya barang-barang itu sepertinya akibat dari stop kontak kulkas yang korslet, lalu terbakar,” duga Suhepi.

BACA JUGA: Pekerja yang Sudah Memiliki Rumah Wajib jadi Peserta Tapera, Ini Alasannya!

Para santri bersama warga desa setempat langsung mengeluarkan perabotan yang terbakar itu. Barang-barang yang dipastikan sudah tidak menyisakan bara api itu, diamankan sementara di halaman depan rumah korban.

Kiai Rusdan dan istrinya, Binti Masyrifah, menurut Suhepi, saat ini belum kembali berhaji di suci Mekah. Sedangkan putra Kiai Rusdan sedang belajar agama Islam di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri.

Pihak Babinsa dan Bhabinkamtibmas desa setempat, sebut Suhepi, sudah mendatangi lokasi kebakaran. Meski begitu, katanya, insiden itu cukup diselesaikan ditingkat pemerintah desa.

BACA JUGA: Jaksa Agung Beberkan Jumlah Kerugian Negara Akibat Korupsi Timah, Berikut Daftar Tersangkanya

Atas peristiwa itu, Suhepi menghimbau warganya agar senantiasa meningkatkan kewaspadaannya. Lantaran, sesuatu yang tidak diinginkan bersama bisa muncul sewaktu-waktu, baik siang atau malam, dalam cuaca terang maupun hujan. (fin)

Leave a Reply