NALANRNESIA.COM – Dinas Kesehatan DKI Jakarta mendorong warga yang mengalami gejala tuberkulosis (TB) seperti batuk terus menerus untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Gejala TBC juga termasuk batuk dengan darah, demam, meriang, sesak napas, nyeri dada, penurunan berat badan, nafsu makan menurun, dan berkeringat di malam hari.
“Atau kalau menemukan orang-orang di sekitarnya yang terduga TBC agar didorong untuk memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan,” kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati saat dihubungi, Selasa.
Ani dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta menekankan pentingnya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) untuk memutus rantai penularan TBC dan mempercepat eliminasi penyakit ini.
BACA JUGA: Diduga Jengkel Sakit Menahun, Kakek di Madiun ‘Tamatkan' Hidupnya di Atas Rel KA
Masyarakat juga diharapkan berperan dalam mendukung penanggulangan TBC sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021.
“Misalnya dengan melakukan kegiatan edukasi di masyarakat dan mempromosikan perilaku hidup bersih dan sehat,” ujar Ani.
Adelina juga menyoroti pentingnya dukungan komplementer dari masyarakat untuk pasien TBC, seperti memberikan dukungan gizi atau nutrisi tambahan, mencegah stigma dan diskriminasi terhadap kasus TBC, memberikan masukan dalam kebijakan penanggulangan TBC, membantu mengurangi dampak risiko bagi pasien TBC dan keluarga, serta memberikan dukungan psikososial.
Provinsi DKI Jakarta telah berkomitmen untuk menanggulangi TBC melalui berbagai upaya, termasuk penemuan kasus TBC secara aktif, penguatan tatalaksana sesuai standar, pembentukan Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis, sosialisasi dan kampanye TBC, peningkatan akses layanan bermutu, pelibatan komunitas dan sektor lainnya, serta pelaksanaan coaching TB pada petugas kesehatan.
BACA JUGA: Mencegah Obesitas Dengan Cara Mindfull Eating, Makan Secara Sadar
Upaya yang dilakukan juga mencakup ekspansi layanan TBC hingga tempat praktik mandiri dokter, penguatan pengawasan melalui validasi data, peningkatan penelitian dan inovasi, pelaksanaan terapi pencegahan TBC, pelibatan jaringan rumah sakit dan klinik swasta besar, serta peningkatan peran serta komunitas dalam pelacakan pasien, pendampingan pengobatan, dan manajemen program TBC secara keseluruhan.***