Ini Dia Nutrisi Penting Untuk Cegah Penuaan Otak Menurut Ilmuwan

Avatar
Ilustrasi otak (Unsplash/Alina Grubnyak)
banner 468x60

NALARNESIA.COM dapat memengaruhi seberapa cepat otak kita menua. Meski sudah banyak penelitian tentang pengaruh terhadap , masih sedikit yang mengetahui jenis makanan yang dapat mencegah penurunan kognitif.

Dalam sebuah studi baru yang diterbitkan di jurnal Nature Aging, peneliti menggunakan teknologi canggih untuk menetapkan serangkaian profil nutrisi spesifik yang berkaitan dengan kinerja kognitif yang lebih baik pada orang dewasa di atas usia 65 tahun.

banner 225x100

Penelitian ini melibatkan 100 peserta sehat secara kognitif berusia 65 hingga 75 tahun. Sampel darah dikumpulkan untuk menilai kadar berbagai nutrisi dalam darah mereka, yang kemudian diikuti dengan penilaian kognitif dan pemindaian MRI.

Hasil analisis menunjukkan dua jenis di antara para peserta: dipercepat dan lebih lambat dari yang diperkirakan.

BACA JUGA: Epy Kusnandar Tertangkap Gunakan Ganja, Meski Pernah Didiagnosis Tumor Otak

Peserta dengan penuaan otak yang lebih lambat memiliki profil nutrisi berbeda, termasuk kombinasi asam lemak, antioksidan, karotenoid, E, dan kolin. Para peneliti mencatat bahwa profil nutrisi ini selaras dengan nutrisi dalam Mediterania, yang sebelumnya dikaitkan dengan penuaan otak yang sehat.

Pola makan Mediterania kaya akan biji-bijian, buah-buahan, -sayuran, kacang-kacangan, dan minyak zaitun, dengan konsumsi keju dan ikan dalam jumlah sedang serta asupan dan daging olahan yang terbatas.

Meskipun pola makan ini telah dikaitkan dengan penurunan risiko Alzheimer dan kondisi neurodegeneratif lainnya, studi baru ini memberikan analisis yang lebih obyektif mengenai hubungan tersebut.

Hal itu didukung oleh beberapa faktor. Pertama, studi ini adalah salah satu penelitian terbesar dan terlengkap yang menggunakan biomarker berbasis darah untuk menyelidiki hubungan antara pola makan dan otak.

BACA JUGA: Sri Mulyani Putar Otak Atur Strategi Jaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah

Kedua, penelitian ini melampaui tes kognitif tradisional dengan menggunakan pengukuran neuroimaging multimodal, memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang otak, termasuk pengukuran struktur, fungsi, dan metabolisme otak.

Terakhir, penelitian ini tidak hanya berfokus pada nutrisi tunggal tetapi juga mengidentifikasi nutrisi tertentu yang terkait dengan penuaan otak yang lebih lambat.

Namun, peneliti mencatat bahwa karena sifat asosiatif penelitian ini, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengonfirmasi temuan ini.

Selain itu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami mekanisme spesifik bagaimana profil nutrisi ini dapat mempengaruhi penuaan otak. Terakhir, studi longitudinal juga dibutuhkan untuk menilai efek jangka panjang dari intervensi pola makan berdasarkan profil ini.***

Leave a Reply