Menlu China dan Jokowi Bahas Soal Investasi Transportasi di IKN

Avatar
Kereta cepat Jakarta - Bandung. (Unsplash/usiswantoro)
banner 468x60

NALARNESIA.COM – Presiden Jokowi, dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Wang Yi di Jakarta, mendorong untuk mengembangkan sistem transportasi di Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.

“Bapak Presiden (Jokowi) mendorong kerja sama pembangunan di IKN termasuk untuk moda transportasi,” kata Menlu RI yang mendampingi Jokowi selama pertemuan dengan Wang Yi.

banner 225x100

Tidak berhenti disitu, Jokowi juga membahas proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dan transfer teknologi dari ke Indonesia. Proyek tersebut telah dianggap sebagai Proyek Strategis Nasional pemerintah.

“Perlu percepatan penyelesaian studi kelayakan untuk perpanjangan trase (kereta cepat) hingga ke Surabaya,” tutur Retno.

BACA JUGA: Bos Apple Datang ke Indonesia, Bahas Investasi di Istana Bersama Jokowi

Selain itu, Jokowi meminta China untuk di industri petrokimia Kalimantan Utara dan mendukung ketahanan pangan kedua negara.

“Ketahanan pangan sangat penting artinya. Oleh karena itu, kerja sama pertanian dua negara penting untuk ditingkatkan khususnya untuk padi, hortikultura, dan juga durian, dengan salah satunya mempelajari modelling pertanian China,” kata Retno.

Diskusi juga mencakup pentingnya kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan dan peningkatan volume perdagangan bilateral antara Indonesia dan China.

Lebih lanjut, pembahasan rinci mengenai kerja sama ekonomi akan dilakukan dalam pertemuan High-Level Dialogue Cooperation Mechanism (HDCM) Indonesia-China di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

BACA JUGA: Kemarin Bos Apple, Hari Ini Menlu China Temui Jokowi di Istana Kepresidenan

“Bapak Presiden (Jokowi) juga mengharapkan terus dilakukannya pembukaan akses produk Indonesia ke China, termasuk penyelesaian protokol untuk impor produk pertanian dan perikanan Indonesia,” kata Retno.

Pertemuan ini dipimpin oleh Luhut Binsar Pandjaitan serta Menlu dari Indonesia, serta Menlu Wang Yi dari China.

China merupakan mitra dagang terbesar bagi Indonesia, dengan volume perdagangan mencapai lebih dari 127 miliar dolar AS. Selain itu, China juga merupakan salah satu asing terbesar di Indonesia, dengan nilai investasi lebih dari 7,4 miliar dolar AS tahun lalu.***

Leave a Reply