Pentingnya Skrining Jantung Bagi Atlet Profesional untuk Hindari Kelainan Jantung

Avatar
Ilustrasi jantung. (Unsplash/Robina Weermeijer)
banner 468x60

NALARNESIA.COM – Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari Universitas , dr. Alexandra Gabriella Sp.J.P FIHA, menyatakan bahwa diperlukan untuk mengidentifikasi risiko yang mungkin dialami oleh saat .

“Kalau mau kelainan masalah jantung disarankan harus ada dari dokter jantung yang bisa menginterpretasikannya, bisa dari EKG, treadmill atau dari pemeriksaan USG jantung atau ekokardiografi, kalau dari EKG-nya ada yang mencurigakan pasti atletnya dikasih tahu,” kata dokter yang disapa Gaby dikutip dari ANTARA, Selasa, 2 Juli 2024.

banner 225x100

Gaby menjelaskan bahwa jika irama jantung tidak berasal dari sinus nodul SA atau pusat aliran listrik di jantung, maka dapat menyebabkan detak jantung yang cepat dan tidak teratur, yang disebut aritmia. Kelainan irama jantung ini dapat menimbulkan risiko berbahaya seperti gagal jantung hingga kematian mendadak jika tidak ditangani dengan benar dalam jangka waktu lama.

Dokter di Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro Jaya ini mengatakan bahwa atlet termasuk populasi khusus di mana enzim jantungnya meningkat saat beraktivitas, mirip dengan seseorang yang mengalami dengan irama yang cepat.

BACA JUGA: Ciri-ciri Fisik Orang Beresiko Terkena Serangan Jantung, Salah Satunya Sering Pingsan

Namun, kelainan irama jantung ini sulit diantisipasi tanpa pemeriksaan jantung, sehingga sering terjadi kematian mendadak pada atlet. Oleh karena itu, wajib dilakukan berkala untuk memeriksa tekanan darah dan kolesterol, atau diberikan alat pencegahan jika pasien sering mengalami keluhan pingsan mendadak.

“Tensi nggak boleh tinggi, kurangi rokok, alkohol, LDL (kolesterol) harus di bawah 100, asam urat wanita harus di bawah 6 dan laki-laki di bawah 7, nggak boleh ada diabetes dan gula tinggi, kalau tinggi HbA1C-nya harus normal,” jelas Gaby.

Gaby menekankan bahwa jika ada keluhan seperti pandangan gelap, pusing (dizziness), dan rasa ingin pingsan saat beraktivitas atau , harus berhati-hati dan menghentikan aktivitas sementara. Segera ganti cairan tubuh untuk menghindari henti jantung.

Lakukan pemanasan dengan baik sebelum berat, dan deteksi detak jantung menggunakan smartwatch atau alat Echocardiogram portable yang bisa mengirim data rekam jantung langsung ke ponsel.

BACA JUGA: Pentingnya Aktivitas Fisik di Usia Muda Dapat Menjaga Kesehatan Jantung

Jika menemukan seseorang yang meninggal mendadak karena henti jantung, pertolongan yang bisa diberikan adalah resusitasi jantung paru, yaitu pijat jantung atau kompresi dada, hingga bantuan medis tiba.***

Leave a Reply