Ratusan Buruh Menggelar Aksi Gedung DPR RI

Avatar
Ratusan Buruh Menggelar Aksi Gedung DPR RI (Nalarnesia.com/Muhamad Iqbal Fathurahman)
banner 468x60

NALARNESIA.COM – Ratusan yang tergabung dalam berbagai organisasi menggelar aksi di depan Gedung , Senayan, Jakarta pada Selasa, 5 Maret 2024. Para membawa berbagai tuntutan yang mereka bentangkan dalam poster, mulai dari yang kecil hingga yang besar.

Sebuah poster paling besar yang mereka sebut sebagai ogoh-ogoh digotong oleh sejumlah demonstran untuk dibawa ke depan gerbang Gedung DPR. Juga mobil komando yang sebelumnya hanya satu, kini bertambah menjadi empat.

banner 225x100

“Presiden Jokowi sumber dari segala sumber masalah di Indonesia,” demikian dipantau dari poster ogoh-ogoh tersebut.

Sejumlah emak-emak juga datang dengan membawa poster panjang. Dalam poster itu mereka meminta Jokowi agar mu dur dari jabatannya.

BACA JUGA: Massa Aksi Demo Tolak Hak Angket Mendapatkan Pengawalan Kepolisian

“Jokowi Mundur,” tulis mereka.

Massa yang tergabung dari para itu menamakan diri mereka sebagai ‘Karam Demokrasi' yang merupakan singkatan dari Masyarakat Menggugat Demokrasi. Mereka membawa 3 tuntutan yang meminta untuk mendukung , membongkar kecurangan pemilu dan pemakzulan terhadap Jokowi.

Sebelum memulai aksi, mereka menyanyikan lagu Indonesia Raya. Puluhan bendera merah putih dikibarkan oleh para demonstran.

Kepolisian telah membuat barikade untuk memisahkan massa tandingan. Massa tandingan itu datang saat massa tolak pemilu curang sedang melaksanakan solat berjamaah.

Massa tandingan itu mengaku berasal dari mahasiswa dan pelajar. Tuntutan mereka mulai dari tolak hingga tolak pemakzulan presiden.

BACA JUGA: Aksi Unjuk Rasa Kembali Terbagi Dua Kelompok Antara Front Rakyat Nusantara dan Mahasiswa di Depan Gedung DPR RI

Perbedaan tuntutan ini membuat kepolisian terus memperketat pengamanan. Sejumlah personel brimob berbaris di tengah jalan dengan membuat Border untuk memisahkan dua kelompok massa ini.

Demi mengamankan aksi ini, pihak kepolisian telah menerjunkan 2.500 personel. Dua mobil barracuda dan anti huru-hara dari Metro Jakarta Pusat juga diterjunkan untuk mengamankan jalannya ini.

Jumlah massa yang semakin membludak membuat kepolisian menutup ruas jalan di depan Gedung hingga tersisa jalur busway.***

Leave a Reply