NALARNESIA.COM – Sebuah tonggak sejarah baru saja terukir indah di kawasan Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. Setelah melewati perjuangan panjang dan melelahkan yang memakan waktu belasan tahun, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Nurullah akhirnya resmi terdaftar sebagai anggota Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi DKI Jakarta.
Momen bersejarah ini dideklarasikan langsung di Masjid Nurullah Kalibata City pada Sabtu (6/6/2026). Kegembiraan tak bisa disembunyikan dari wajah para alim ulama, pengurus DKM, perwakilan Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (PPPSRS), Badan Pengelola, unsur Muspika, hingga jamaah yang memadati area masjid. Keanggotaan ini disahkan melalui Nomor Registrasi Masjid JS 26-5001 tertanggal 6 Mei 2026.
Penyerahan kartu administrasi keanggotaan dilakukan secara simbolis oleh Ketua Pimpinan Wilayah DMI Provinsi DKI Jakarta, KH Ma'mun Al Ayyubi, kepada Ketua Pengurus PPPSRS Kalibata City, Musdalifah Pangka, selaku pemegang kewenangan pengelolaan fasilitas umum di kawasan apartemen tersebut.
Pesan Persatuan dan Mengakhiri Perpecahan
Dalam sambutannya, KH Ma'mun Al Ayyubi menitipkan pesan menyentuh agar seluruh umat Islam di lingkungan Kalibata City saling bahu-mambahu memakmurkan masjid dan menjaga keutuhan bangsa.
“Marilah bersama-sama kita menjaga dan merawat rumah Allah yang ada di wilayah Kalibata City. Barang siapa menjaga dan merawat rumah Allah di muka bumi, maka dia termasuk tamu-tamu Allah,” tutur KH Ma'mun hangat.
BACA JUGA: Berawal dari Nongkrong Main Catur, Kini KCCCI Resmi Diakui PERCASI
Rasa syukur mendalam juga diungkapkan oleh Ketua DKM Masjid Nurullah, Muhammad Mada. Ia tidak menampik bahwa jalan menuju pengakuan resmi dari DMI penuh dengan liku-liku. Namun, ia berharap momentum ini bisa menjadi lem perekat yang mengakhiri segala perbedaan pendapat yang pernah terjadi di masa lalu terkait pengelolaan masjid.
“Alhamdulillah, hari ini Allah memperkenankan apa yang selama ini kami perjuangkan. Saya berharap semua pihak dapat mencintai masjid ini bersama-sama dan tidak membuat jamaah terpecah belah. Masjid harus menjadi tempat yang mempersatukan umat,” kata Mada penuh harap.
Menepis Caci Maki, Menatap Pusat Peradaban Islam
Suasana haru kian terasa saat Ketua Pengurus PPPSRS Kalibata City, Musdalifah Pangka, memberikan testimoninya. Baginya, pencatatan resmi ini adalah bayaran kontan atas air mata dan keteguhan hati mereka selama bertahun-tahun dalam menghadapi berbagai tekanan dan kritik di lapangan.
“Perjuangan menuju titik ini luar biasa. Tidak jarang kami menerima caci maki. Namun, semua itu terasa terbayar pada hari ini. Saya ikhlas menjalani semuanya demi kemakmuran Masjid Nurullah,” ungkap Musdalifah emosional. Ia menegaskan bahwa masjid ini adalah aset bersama milik warga Kalibata City yang dibangun di atas tanah bersama untuk kepentingan umat.
Melangkah ke depan, status baru di bawah naungan DMI ini membuka lembaran baru bagi Masjid Nurullah. Pihak pengurus kini memasang visi besar untuk menjadikan masjid ini sebagai pusat pembinaan umat dan pendidikan Islam rujukan di Jakarta Selatan.
BACA JUGA: Terpilih Secara Aklamasi, Ariyanto Hermawan Siap Kawal Hak Penghuni Rumah Susun
Guna memastikan semua kegiatan berjalan selaras dan harmonis di lingkungan rumah susun, DKM Masjid Nurullah berkomitmen untuk terus berkoordinasi erat dengan PPPSRS Kalibata City dalam menggulirkan program-program sosial, dakwah, dan tarbiyah ke depannya. ***









