Menteri AHY Berikan Sertifikat Tanah Wakaf Gratis di Surabaya

Avatar
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) usai melakukan pemungutan suara di salah satu TPS di Cipete, Jakarta Selatan pada Rabu, 14 Februari 2024. (Nalarnesia.com/Muhamad Iqbal Fathurahman)
banner 468x60

NALARNESIA.COM – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala (ATR/BPN) (AHY) menyatakan bahwa sertifikasi wakaf tidak dikenakan biaya alias gratis.

Hal ini merupakan komitmen Kementerian ATR/BPN untuk memberikan perlindungan dan kenyamanan kepada umat beragama dalam menjalankan ibadahnya.

banner 225x100

“Untuk wakaf benar-benar gratis tidak ada pemungutan apa pun, jadi kalau ada di sekitar kita yang masih perlu diurus sertifikatnya, jangan ragu-ragu menyampaikan kepada kantor pertanahan setempat,” ujar AHY dikutip dari Antara, Sabtu, 16 Maret 2024.

Menteri AHY berharap bahwa sertifikat yang diberikan khusus untuk , musala, yayasan, sekolah, dan rumah sakit ini dapat membawa manfaat positif bagi masyarakat.

BACA JUGA: Tolak Hak Angket, AHY: Pertempuran Menyisakan Orang yang Kecewa

“Kita tahu keberadaan ini sudah lama tentunya perlu kepastian hukumnya, dan di sini kita berharap dengan sudah ada kepastian hak atas juga ini bisa membawa keberkahan dan kebaikan untuk para jemaah dan juga masyarakat yang ada di sini,” katanya.

Sebanyak 10 nazir atau pemilik wakaf secara langsung menerima sertifikat tanah wakaf mereka dari Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional di Masjid Nashrulloh, Kota Surabaya, Provinsi .

“Saya menyerahkan sertifikat tanah wakaf yang tadi beliau sampaikan sudah ditunggu sejak 1986, artinya sudah puluhan tahun, Alhamdulillah saya langsung sampaikan,” ujarnya.

BACA JUGA: Rekapitulasi Suara Sulawesi Barat Ditunda, KPU RI: Belum Sampai

Dalam kesempatan ini, Menteri AHY menyampaikan bahwa salah satu nazir telah menanti sertifikatnya selama lebih dari 40 tahun. Ia juga mengajak para nazir dan jamaah masjid untuk lebih aktif dalam memberikan informasi kepada masyarakat agar dapat mendaftarkan tanah wakaf yang mereka miliki.

“Ini demi menertibkan administrasi pertanahan dan tata ruang di Kota Surabaya,” kata AHY.***

Leave a Reply