Tidur Teratur Bisa Bikin Resiko Penyakit Jantung Menurun, Wajib Dicoba

Avatar
Ilustrasi pria tertidur (unsplash/Nigel Tadyanehondo)
banner 468x60

NALARNESIA.COM – Sebuah studi baru menyoroti pentingnya yang sehat dalam mengurangi risiko penyakit jantung, , dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Dilansir dari , studi ini menunjukkan bahwa konsistensi dalam menjaga yang baik dapat mengurangi risiko penyakit dan stroke, bahkan jika ada faktor genetik dalam riwayat .

Studi yang dipublikasikan di Jama Network mengungkapkan bahwa penyakit tetap menjadi isu utama kesehatan global dengan kontribusi signifikan terhadap angka kesakitan dan kematian.

banner 225x100

“Ketika beban terus meningkat di hampir semua negara, mengidentifikasi faktor risiko yang dapat dimodifikasi untuk pencegahan kardiovaskular sangatlah mendesak,” ucap peneliti.

BACA JUGA: Pentingnya Menjaga Kadar Gula Darah Setelah Lebaran, Tidak Hanya Bagi Penderita Diabetes

Misalnya, American Heart Association mencatat bahwa hampir setengah dari populasi Amerika menderita penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung koroner, gagal jantung, stroke, dan tekanan .

“Untuk individu dengan risiko genetik lebih tinggi, mereka yang memiliki baik yang persisten memiliki risiko lebih rendah terkena PJK dan penyakit kardiovaskular. temuan ini menyoroti pentingnya mempertahankan pola tidur yang baik dari waktu ke waktu,” lanjut mereka.

Peneliti mengumpulkan data dari 15.306 peserta selama periode 2008-2018, sebagai bagian dari studi Dongfeng-Tongji di Shiyan, Tiongkok. Mereka menemukan bahwa 36% peserta memiliki pola tidur yang tidak baik secara konsisten, sementara 26% memiliki pola tidur yang baik secara konsisten.

BACA JUGA: Kiat Jaga Kesehatan Mental yang Sangat Berpengaruh Bagi Kesehatan Jasmani

Hasil studi menunjukkan bahwa peserta dengan pola tidur baik memiliki risiko lebih rendah terhadap penyakit kardiovaskular, termasuk penyakit jantung koroner dan stroke, selama periode tindak lanjut hampir 5 tahun. Menariknya, risiko genetik tampaknya tidak mempengaruhi hubungan ini.

Namun, studi ini memiliki beberapa keterbatasan, termasuk cara pengukuran durasi tidur yang sederhana dan tidak memperhitungkan gangguan tidur seperti sleep apnea dan depresi. Oleh karena itu, hasilnya mungkin tidak dapat langsung diterapkan pada populasi yang lebih luas.

“Analisis menunjukkan bahwa peserta yang menjaga pola tidur sehat secara konsisten memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit kardiovaskular baru, penyakit jantung koroner, dan stroke dibandingkan dengan mereka yang secara konsisten memiliki pola tidur buruk,” kata peneliti.***

Leave a Reply