DUARR! Sebuah Bom Meledak di Kantor Brimob Polda Jatim, Ulah Teroris?

Avatar
Salah seorang anggota Brimob mengamankan lokasi ledakan di Subden Jibom Detasemen Gegana Satbrimob Polda Jatim di Surabaya, Jawa Timur, Senin (4/3/2024). ANTARA/Ananto Pradana/aa.
banner 468x60

NALARNESIA.COM – Warga di Jalan , , kembali mengalami ledakan susulan yang diperkirakan berasal dari sekitar Kantor Subden Jibom Detasemen Gegana Satbrimob Kepolisian Daerah (Polda) , pada hari Senin sekitar pukul 13.10 WIB.

Suara ledakan membuat masyarakat di sekitar lokasi, termasuk pedagang di Sentra Wisata Kuliner Krembangan, menjadi panik.

banner 225x100

“Astagfirullah apa itu, apa itu,” kata seorang pedagang di SWK Krembangan bernama Hartati.

Saat ini, penyebab ledakan belum diketahui, dan area sekitar Kantor Subden Jibom Detasemen Gegana Satbrimob Polda dijaga ketat oleh petugas kepolisian.

BACA JUGA: Serangan Israel Tewaskan Wakil Pemimpin Hamas, Perang Gaza Berpotensi Menyebar ke Beirut

Pada lokasi, terlihat empat petugas dari Inafis meninggalkan Kantor Subden Jibom Detasemen Gegana Satbrimob Polda sambil membawa kotak berwarna jingga dan tas berwarna hitam.

Sebelumnya, pada sekitar pukul 10.13 WIB, warga di Jalan , Surabaya, dihebohkan dengan ledakan yang berasal dari dalam kantor Subden Jibom Detasemen Gegana Satbrimob . Meskipun Jalan sempat ditutup, aksesnya dibuka kembali sekitar pukul 11.49 WIB oleh petugas.

Kapolda Jatim, Inspektur Jenderal Imam Sugianto, menyatakan bahwa ledakan tersebut diduga berasal dari sisa-sisa temuan bahan peledak yang akan dimusnahkan atau didisposisikan.

“Jadi kebetulan Jibom Gegana Polda Jatim ini kita belum memiliki gudang yang standar, jadi sisa-sisa bahan peledak itu disimpan di sebelah kantornya gegana pagi tadi meledak,” ujar Kapolda.

BACA JUGA: Tanggapan KPU Soal Lonjakan Suara PSI: Sedang Berlangsung Rekapitulasi Berjenjang

Hingga saat ini, tidak ada laporan korban jiwa dari peristiwa ledakan tersebut. Kapolda Jatim juga menginformasikan bahwa labfor bersama dengan Gegana dan Reskrim dari Tanjung Perak Surabaya sedang melakukan olah TKP.

“Bom masuk dalam kategori low eksplosive. Mudah-mudahan nanti setelah mendapat hasil lengkap kita akan informasikan kepada rekan-rekan media,” tuturnya.***