Jokowi Sebut Kenaikan BBM Berpacu Pada Kemampuan Fiskal Negara

Avatar
Ilustrasi BBM (unsplash/Wassim Chouak)
banner 468x60

NALARNESIA.COM menyatakan bahwa pemerintah akan menghitung dan mempertimbangkan kemampuan fiskal negara terkait potensi kenaikan harga pada Juni mendatang, setelah harga ditahan sejak awal tahun.

Presiden menekankan bahwa kemampuan APBN untuk memberikan subsidi akan dihitung dengan memperhatikan harga minyak dunia, terutama dalam konteks geopolitik saat ini.

banner 225x100

“Semuanya dilihat fiskal negara. Mampu atau tidak mampu, kuat atau tidak kuat,” kata saat ditemui di Istora , Jakarta, Senin, 27 Mei 2024 malam.

Menurut Presiden, semua aspek ini akan dikalkulasi dan diperhitungkan dengan matang. Keputusan pemerintah mengenai harga BBM dinilai penting karena berdampak pada hajat hidup orang banyak.

BACA JUGA: MPR RI Apresiasi Langkah PBB Tetapkan Palestina Sebagai Anggota di Lembaga Kemanusiaan Dunia Itu

“Harga minyaknya sampai seberapa tinggi. Semuanya akan dikalkulasi, semua akan dihitung, semua akan dilakukan lewat pertimbangan-pertimbangan yang matang karena itu menyangkut hajat hidup orang banyak,” kata Presiden.

Sejak awal tahun 2024, pemerintah telah menahan kenaikan harga BBM, baik yang disubsidi maupun yang tidak.

“Bisa mempengaruhi harga, bisa mempengaruhi semuanya kalau urusan minyak,” tutup Presiden.

Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, sebelumnya menyatakan bahwa pemerintah mempertimbangkan untuk menjaga harga BBM tetap stabil hingga Juni 2024.

BACA JUGA: Usai Isi BBM, Minibus Tinggal Kerangka Terbakar di SPBU Takeran Magetan

“Kan kami sudah bilang sampai Juni 2024 (ditahan), pertimbangannya kan kita baru pulih, masyarakat ini jangan sampai kena beban tambahan, itu aja,” kata Arifin.

Namun, gejolak harga minyak dunia, eskalasi di Timur Tengah, dan pelemahan kurs rupiah terhadap dolar telah menyebabkan peningkatan biaya kompensasi dan anggaran dalam negeri.***

Leave a Reply