Tanggapan Mahasiswa Soal Kasus Dugaan Pelecehan Rektor Universitas Pancasila

Avatar
Aksi Demo di depan rektorat Universitas Pancasila, Lenteng Agung, Jakarta Selatan pada Senin, 26 Februari 2024. (Nalarnesia.com/Muhamad Iqbal Fathurahman)
banner 468x60

NALARNESIA.COM – Nama baik civitas akademika Indonesia kembali tercoreng. Kali ini datang dari , Edie Toet Hendratno yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap bawahannya dengan inisial RZ.

Kabar ini langsung terdengar di seantero kampus. Salah satu Fakultas Teknik, Difty memberi tanggapan soal kasus bejat di kampusnya itu.

banner 225x100

Dirinya sangat menyayangkan kasus dugaan pelecehan yang melibatkan rektor kampus tersebut. Menurutnya, orang dengan jabatan tertinggi di kampus itu harus menjadi contoh yang baik.

“Aku pribadi sebenernya sangat menyayangkan sih apalagi ini pelakunya dari orang yg megang jabatan tertinggi di satu universitas yang sudah seharusnya kan menjadi contoh,” kata Difty saat ditemui di kantin pada Senin, 26 Februari 2024.

BACA JUGA: Tanggapan Mahasiswa Soal Kasus Dugaan Pelecehan Rektor Universitas Pancasila

Difty juga mengatakan hal itu tidak seharusnya dilakukan oleh orang yang berpendidikan. Ia mengatakan jika seorang rektor saja berani melakukan hal bejat seperti ini, maka lingkungan kampus tempatnya belajar akan jauh dari rasa aman.

“Kan berpendidikan ya, seharusnya punya common sense untuk memberikan contoh yang baik. Apalagi di tempat kerja dan di lembaga pendidikan, itu harusnya bisa memberikan rasa aman, nah ini dari orang yg megang jabatan tertinggi aja itu udah berani untuk ngelakuin hal yang gak seharusnya, yang gak senonoh,” kata dia.

Lebih lanjut, Difty mengaku khawatir apabila kasus ini tidak ditanggapi dengan serius, nantinya akan menjadi hal yang wajar di lingkungan kampus.

“Itu bisa jadi kalo ga ditanggapi dengan serius atau ga diproses itu bisa jadi hal yg diwajarkan gitu loh lama-lama ke bawahnya, entah dari dosen ke nya atau dari sesama atau dari staf ke mahasiswa segala macemnya gitu loh,” tuturnya.

BACA JUGA: Senat Mahasiswa Univ Pancasila Tuntut Rektor Dinonaktifkan Imbas Kasus Dugaan Pelecehan

Menanggapai isu tersebut, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi () turut melakukan investigasi terkait kasus dugaan pencabulan Rektor (UP) Edie Toet Hendratno terhadap bawahannya RZ.

Dirjen Diktiristek , Nizam menyebut investigasi tengah dilakukan oleh Inspektorat Jenderal .